Senin, 27 Agustus 2012

jadi masihkah mengeluh??


Sepenggal kisah tentang ibu yang baik di keluarga penjahit..
Suatu hari, ia berbelanja ke pasar kotadan hendak membelikan celana panjang untuk anaknya tercinta. Seusai belanja, ibu segera beranjak pulang. Sang anak dengan suka cita mencoba celana itu, sementara si ibu pergi ke dapur membereskan belanjaan dan mempersiapkan makan malam. Beberapa lama kemudian, terdengar teriakan keras.
“Ibu, ini bagaimana sih? Masa’ beliin aku celana kepanjangan begini? Kan jelek banget keliatannya!”
“ooh.. tapi lingkar pinggangnya gimana, kebesaran nggak?”
“Ya enggak, tapi kalau kepanjangan gini aku nggak mau pakai!”
“Berapa senti lebihnya?”
“sepuluh senti”
Remaja tanggung belasan tahun itu sepertinya pergi keluar. Pintu depan terdengar di banting. Tak ingin mendengar omelan anaknya lagi, ia bergegas menuju ruang kerja suaminya yang seorang penjahit. Diambilnya gunting, dan........ kres kres kres. Dipotongnya ujung celana itu sesuai ukuran lebih yang disebut anaknya. Lalu dengan jarum dan benang, celana bahan berwarna hitam itu di sum ujungnya.
“Beres”, katanya sambil tersenyum.
Si anak lelaki pergi ke halaman samping dan bertemu dengan kakak perempuannya yang sedang merawat tanaman kesayangannya.
“Kok cemberut?” tanya sang kakak sambil tersenyum. “Kenapa?”
“Ibu tuh Mbak, masa’ beliin celana nggak ngerti ukuranku. Kepanjangan sepuluh senti. Jelek banget diliatnya!”
“Oh, gitu aja kok ngambek? Perbaiki sendiri kan bisa. Sana gih daripada nggak jelas gitu!”
“Malas ah. Mau main bola dulu ke lapangan.”
                Si adik berlalu menuju garasi. Sang Kakak yang telah selesai merawat tanaman bergegas menuju ke dalam rumah dan melewati ruang kerja ayahnya yang kosong.
“Oh, itu celana yang kepanjangan,”gumamnya. Disempatkannya memeriksa sejenak. Lalu, guntingpun beraksi, dan..... kres kres kres. Tak lupa di jahit ujung celana itu dengan jarum dan benang yang tersedia.
                Si adik, kini sudah duduk di jok sepeda motor bebeknya. Dicarinya kunci kontak. Tidak ada. Kuncinya pasti di bawa kakak lelakinya. Ditemuinya Si Kakak di kamarnya.
“Mas,” katanya sambil mengguncang bahu kakaknya. “pinjam motor dong!”
“Mau kemana?” tanya si kakak.
“Main bola.”
“jiah.. tumben anak cemen mau main bola!”
“Yah, daripada suntuk dirumah gara – gara dibeliin celana kepanjangan sepuluh senti!”
“Siapa yang beliin?” Kakaknya sambil tertawa.
“Ibu”
“Ya udah buat aku aja kalau keanjangan.”
“Enak aja, kan bisa diperbaiki. Lagian lingkar pingganya pas kok.
“Tuh kuncinya di atas meja.”
“OK deh”
Si Kakak menggeliat bangkit dari tempat tidur. Dengan sempoyongan si Kakak berjalan menuju kamar mandi, sekilas dia melirik ke ruang kerja ayahnya yang terbuka.
“Oh itu celana yang kepanjangan.”gumamnya. dengan gontai, ia menuju ke arah celana itu, sambil sesekali menguap. Diambilnya gunting dan..... kres kres kres. Dipotongnya celana itu sepuluh senti. Dijahit ulang ujungnya. Dan beres. Si kakak pergi mandi.
                Baru saja akan menyalakan motor, ayahnya muncul dari pintu pagar. Agaknya, ia baru pulang dari rumah tetangga.
“Mau kemana?”
“Main bola Pak”
“Eh sebentar. Bapak mau pakai motornya dulu, mau beli kancing hias untuk seragam anak TK!”
“Wah nanti ketinggalan dong sepakbolanya.”
“Ya sudah sanah, tapi jangan lama-lama!”
“Wah, nggak bisa pak. Untuk menghilangkan suntuk gini harus lama main bolanya. Sampai capek!”
“Suntuk kenapa?”
“Ibu tuh, masa’ beliin celana kepanjangan sepuluh senti. Kan jelek banget diliatnya!”
“Nanti biar Bapak betulin.”
“Nah, itu baru bagus.”
“Berangkat dulu ya Pak”
“Ya, hati – hati.”
                Si Bapak masuk ke ruang kerjanya. Dilihatnya celana baru yang teronggok disitu. “Oh jadi celana barunya model selutut. Ini memang kepanjangan sepeuluh senti kalau mau model selutut.”
Dan..... kres kres kres. Celana itu dipotong lagi, dan dijahit ulang. Menjelang maghrib, ketika si Anak  pulang terdengar teriakan membahana. “Aaaaaaaaa...... Celana panjangnya kok tiggal selutut??”

Jadi, apakah kita masih mau mengeluh???

dikutip dari DDU dg sedikit perubahan. Semoga bermanfaat.. ^_^

1 komentar: